Rabu, 07 Juni 2017

Minggu, 04 Juni 2017

Rumah Kesedihan dan Kebahagiaan

Via Tumblr
Saat kita masih kecil, pasti akan sering mendapatkan pertanyaan dari guru, "Apa cita-cita mu?"
Sebagian besar akan menjawab : "Menjadi dokter buuu". Tapi entah kenapa saya tidak pernah menjawab ingin menjadi dokter. 

Seiring berjalannya waktu, usia saya bertambah. Sudah hafal rasanya sakit dan apa itu rumah sakit. Pertama kali saya dirawat di rumah sakit pada saat terkena demam berdarah pada tahun 2014. Setelah itu dalam rentang waktu yang lama, saya makin sering bolak-balik RS, bukan saya yang sakit tapi  satu persatu keluarga saya yang harus dirawat. 

Sabtu, 03 Juni 2017

Manjakan Motor Matic mu dengan Federal Matic Revolusi Dingin !

Saat ini kita sudah masuk pada jaman dimana segala hal dituntut untuk serba instant dan praktis. Tak terkecuali sepeda motor. Berbicara tentang motor, rasanya motor matic sekarang ini sudah merajai jalanan dan menjamur dikalangan masyarakat dibandingkan dengan motor manual. Setiap tahunnya, motor matic mengalami peningkatan angka penjualan di Indonesia.

Jumat, 02 Juni 2017

Dia, Sosok Seperti Ayah

Chapter I : Ayahku Idolaku

Ayah adalah sosok yang saya kagumi setelah ibu. Dia adalah orang yang meskipun lelah tapi tidak pernah mengeluh, meski sakit selalu bilang dia baik-baik saja. Selalu menjaga keluarganya dengan penuh tanggungjawab. Memang kadang, sedikit kesel sama sifat over protective nya. Bagaimana tidak, dari sd, smp sampai sma, kadang saya tidak pernah diperbolehkan mengikuti kegiatan tertentu. Pernah sewaktu kelas 6 SD, saya mengikuti pramuka dan tentunya akan ada kegiatan makrab/camping, yaaa taulaah pasti ga bakal diijinin, meskipun jaraknya dekat dari rumah dengan alasan takut sakitlah, takut ilang, takut ganggu orang *karna tidur yang absurd*. XD

Kamis, 01 Juni 2017

Cacar Membawa Berkah

Tiap libur kuliah udah mulai bingung deh nyari kegiatan, secara libur semester hampir 1,5 bulan. Saat itu aku juga harus nyiapin uang sekitar 1jt untuk bayar skripsi, aku bertekad buat bayar sendiri tanpa ngasih tau orangtua *Cieeee so mandiri*. Agak bingung sih dalam satu bulan harus nyari uang segitu sedangkan orderan bunga lagi sepi-sepinya. Bukan! Bukan jualan bunga bangke ko, Cuma jualan buket bunga flanel. Bisa liat-liat di ig @geulist.florist yaaa *lho jadi promosi*.

Rabu, 29 Maret 2017

#MEMESONAITU SARJANA IBU RUMAH TANGGA

Mengenyam pendidikan yang tinggi merupakan impian banyak orang, tak terkecuali wanita. Meskipun sudah banyak masyarakat yang terbuka pikirannya tentang pendidikan, tetap saja ada yang masih beranggapan bahwa wanita tidak perlu bersekolah tinggi, toh ujung-ujungnya mengurus rumah tangga. Anggapan itu seakan sudah menjadi paradigma di masyarakat awam.

Memang pada jaman dulu wanita dilarang untuk sekolah, namun saat ini wanita pun memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Semua itu salah satu berkat perjuangan pahlawan R.A Kartini yang sangat kritis terhadap pendidikan pada wanita. Meskipun beliau sudah tiada, namun hasil dari perjuangannya dapat kita rasakan sebagai kaum wanita yang saat ini dapat mengenyam pendidikan tinggi dengan mencapai gelar sarjana dan mewujudkan cita-cita dalam segala bidang, baik itu bidang kesehatan, kesenian, pendidikan, pariwisata bahkan dibidang keamanan negara dan politik.

Salah satu cara untuk mencapainya yaitu melalui proses pendidikan. Menghabiskan waktu tahunan hanya untuk belajar demi menyandang gelar sarjana, suatu saat akan menjadi kepuasaan tersendiri bagi yang menjalaninya. Akan timbul sikap dan sifat kita dengan sendirinya saat melewati pengalaman tersebut, dari mulai bekerja keras, pantang menyerah, mengenal banyak karakter orang dengan bersosialisasi.

Jika seseorang khususnya wanita berpendidikan tinggi, maka akan ada peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Orangtua pun tentu akan merasa bangga pada kerja keras anaknya demi membahagiakan mereka, meski ukuran bahagia memang tidak selalu tentang materi, tapi saat kita dapat meraih apa yang kita inginkan seakan menjadi pembuktian diri bahwa wanita juga bisa berada dan diterima diberbagai bidang pekerjaan yang menjadi impiannya. Namun tetap tidak mengesampingkan kodratnya sebagai calon ibu pembangun generasi.

Anak-anak yang cerdas lahir dari rahim ibu yang cerdas pula. Mengapa demikian? Karena wanita merupakan calon ibu, yang nantinya akan menjadi sekolah pertama yang terbaik bagi anaknya, dimana pelajaran awal akan ditanamkan. Perlu wanita ketahui bahwa kecerdasan anak 80% berasal dari ibunya. Maka dari itu, wanita harus memiliki attitude yang baik, wawasan yang luas, kreatif dan inovatif. Semua itu bisa didapatkan lewat pendidikan setinggi mungkin.

Mengurus seorang anak membutuhkan tenaga ekstra, tidak hanya menguras tenaga,  tetapi juga pikiran. Walaupun tidak ada sekolah yang secara langsung mengajarkan bagaimana caranya menjadi seorang ibu dan istri yang baik. Tapi lewat pendidikanlah pikiran wanita akan lebih terbuka dan terasah lebih kreatif dalam mendidik anak. Perkembangan dan tumbuh kembang anak menjadi tanggung jawab lebih bagi seorang ibu. Apalagi saat ini kita sudah memasuki zaman dimana teknologi sudah berperan penting dan menimbulkan hedonisme bahkan liberalisme. Disini peran ibu sangat dibutuhkan untuk mengkontrol aktifitas dan fasilitas anak sesuai umurnya. Sedangkan peran suami setiap harinya akan disibukkan oleh pekerjaannya demi mencari nafkah bagi keluarga, sehingga semua hal yang terjadi didalam rumah adalah sebagian besar menjadi urusan seorang ibu.

#Memesonaitu merupakan seorang wanita yang rela melepaskan karir dan memilih menyandang gelar “sarjana ibu rumah tangga” demi suami dan calon anaknya. Kalau pun harus bekerja, bekerjalah dirumah. Contohnya menjadi seorang entreupreneur, sehingga kegiatan anakpun masih terkontrol dengan baik. Ketika seorang ibu yang terdidik dan bisa mendidik anaknya menjadi cerdas, maka dia akan menyumbang pembangunan generasi penerus bangsa lewat anak-anaknya yang cerdas.



Jumat, 29 Agustus 2014

Pesona Pulau Manuk yang Membuat Takjub


          Bercerita mengenai Indonesia, mungkin tidak akan pernah ada habisnya. Negeri dengan berjuta keindahan yang menawan dan juga keajaiban alamnya yang menakjubkan. Dimulai dari pesona pantai-pantai yang eksotis dengan langit yang membentang berwarna biru dan bersih. Sangat indah.
Salah satu keindahan Indonesia dapat kita temui di Pulau Manuk yang terletak di Desa Sawarna, Kec. Bayah, Kab. Lebak, Banten. Pantai Pulau Manuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perhutani.


Mungkin bagi kebanyakan orang, berwisata ke pantai adalah hal yang tidak pernah ada bosannya. Mendengar deburan ombak, menyaksikan terbit dan tenggelamnya matahari, jalan-jalan dengan bertelanjang kaki diatas pasir dan merasakan hembusan angin yang tidak ada lelahnya untuk menyejukkan. Cocok sekali untuk menenangkan pikiran sejenak dari rutinitas yang sangat membosankan.
Disini kita bisa mendapatkan paket komplit itu, karena Pulau Manuk juga memiliki pesona yang tidak kalah dengan pulau-pulau lain di Indonesia yang sudah terlebih dahulu popular di mata dunia. 

Pulau Manuk diambil dari bahasa Sunda yang artinya Pulau Burung. Dinamakan Pulau Manuk karena di pulau ini banyak sekali burung-burung yang dengan suara merdunya saling bersahutan, menambah keasrian dari tempat ini. Tak hanya satwa seperti burung saja yang terdapat di Pulau Manuk ini, satwa liar seperti monyet pun bisa kita jumpai. Karena dipulau ini juga masih ada hutan yang sangat asri.


          Pantai yang berada di Pulau Manuk ini, tidak kalah indahnya dengan Pantai Sawarna. Meskipun tidak seluruhnya pasir di pantai ini berwarna putih,
namun air lautnya yang jernih. pesona dari pantai ini sangat memanjakan mata.



      Meskipun pantai ini masih belum ramai oleh pengunjung dan masih terlihat asri dengan banyak sekali pepohonan, tetap saja yang namanya di pantai pasti cuacanya akan terasa panas dan akhirnya dapat membuat kita dehidrasi. Tapi jangan khawatir, jika tidak membawa cukup bekal makanan dan minuman, kita dapat membelinya, karena disepanjang jalan dipesisir pantai, kita akan dengan mudah menemukan warung-warung yang menjajakkan makanan khas pesisir pantai. 
      Tidak ketinggalan juga minuman segar yang selalu ada disekitar pantai, seperti : es kelapa muda dan es cingcau. Tapi kadang ketika kita ingin membeli es cingcau, pasti ada perasaaan ragu apakah cingcau yang dijajakkan dipinggir jalan itu dibuat dengan cara higienis atau tidak. Tapi tenang, kini sudah ada “Liang Teh Cap Panda” cingcau yang praktis dan dikemas secara higienis dalam kemasan kaleng, meskipun kemasannya modern, bahan-bahan didalamnya merupakan bahan-bahan alami yang berkhasiat menghilangkan panas dalam tanpa memberi efek samping, sama halnya seperti cingcau yang dibuat secara tradisional. Kita bisa dengan mudah mendapatkannya di warung-warung, liang teh cap panda cocok sekali menjadi teman santai di pantai.
      Kita juga dapat menikmatinya sambil melihat laut lepas, karena dipinggir pantainya banyak sekali disediakan tempat lesehan dari bamboo yang tentunya nyaman dan sejuk, karena dibuat dibawah-bawah pohon. 


Lihat ! Indonesia mempesona, bukan? Untuk apa jauh-jauh pergi ke negeri orang untuk memanjakan mata, jika di negeri sendirimasih banyak syurga yang tersembunyi dan belum terjamah oleh tangan-tangan manusia yang mengekploitasi.
Langit yang biru, pantai yang indah, karang-karang yang ciamik,pepohonan yang rindang, makanan khas pesisir pantai membuat perjalanan saya ke Pulau manuk menjadi sangat berkesan. 



Indonesia..
Negeri dengan banyak keajaiban didalamnya
Ribuan pulau indah dengan pesonanya senantiasa ramah menyapa
Kupejamkan mata sejenak
Kerentangkan tangan
Merasakan alam yang dengan sejuk memberi salam
Damai, tenang.

Sungguh, karya-karya-MU pada negeri ini tak henti membuat kami bersyukur
Semua kekaguman selalu tercurahkan
Keindahan alam ini terasa amat sangat sempurna
Bantu kami ya Rabb
Untuk menjaga negeri dengan berjuta pesona ini
Agar keindahannya tak hanya akan menjadi cerita belaka bagi anak cucu kami kelak.
Aamiin...